Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Saturday, 24 October 2015

Bagaimana Agar Tidak Terjerumus Ke Dalam Hutang ?

Bismillahirrahmanirrahiim… 

Salam Sejahtera Bagi Seluruh Alam, hanya Kepada Allah puji dan syukur, tempat kembalinya seluruh makhluk. Yang KeadilanNya tak bisa terperi, yang Kasih SayangNya tak terbatas, Yang IlmuNya sungguh tersembunyi, Dan Yang RahmatNya meliputi seluruh apa yang DiciptakanNya. 

Shalawat serta  salam yang setulus-tulusnya semoga senantiasa tercurahkan untuk Nabi Agung Muhammad Rasulullah SAW, bagi keluarga serta sahabatnya yang mulia dan para pengikut Beliau yang setia sampai akhir jaman. Aamiin. 

Pembaca Blog Niniek SS. Yang Setia, dimanapun sahabat berada…

Sudah lama sekali yah anda tak bertemu dengan tulisan saya yang baru di blog ini, karena saya tak sempat untuk menambah artikelnya. Sebenarnya berbagai kondisi, selama badan masih sehat tak perlu dijadikan alibi untuk tidak menulis he he..Yang jelas memang moodnya lagi hilang entah kemana.

Mungkin karena karena umur yang kian menua, sehingga fisik mudah capai melayani teman-teman sakit maag kronis dan GERD secara online dari seluruh Indonesia yang jumlahnya menyentuh 400 orang dan setiap harinya terus bertambah, sehingga waktu benar-benar sempit untuk meluangkan menulis. 

Saya alhamdulillah masih terus menulis, namun di blog solusi sakit maag, yang memang benar-benar darurat sangat dibutuhkan oleh teman-teman penderita maag dan GERD…Untuk itu saya mohon maaf yang sebesar-besarnya jika telah menelantarkan blog ini dan mengecewakan para pembaca yang mungkin menunggu-nunggu tulisan saya.

Semoga anda sekeluarga senantiasa diberikan ampunan oleh Allah SWT. atas setiap dosa-dosa anda, diberikan keselamatan serta keberkahan hidup, serta diberikan rejeki yang cukup oleh Allah SWT. Aamiin Ya Rabbal’alamiin.

Bagaimana Agar Tidak Mudah Terjerumus Ke Dalam Hutang ? 

Allah menciptakan langit dan bumi seisinya adalah untuk keberlangsungan hidup manusia dan seluruh makhluk yang hidup diatasnya. Untuk kebahagiaan dan untuk kesejahteraannya, karena Allah sangat mengasihi dan menyayangi manusia.

Untuk itu pula diturunkannya Al Qur’an serta pelaksanaannya dalam keseharian dicontohkan melalui keteladanan kehidupan Kanjeng Nabi SAW, agar manusia memperoleh keselamatan didunia dan di akherat, menikmati kebahagiaan serta kesejahteraan di dunia dan di akherat pula.

Pilihan atas kehidupan yang hendak dipilih sudah di gelar dalam Al Qur’an secara sangat sempurnanya. Berbagai pilihan serta berbagai versi kehidupan sudah dicontohkan dalam Al Qur’an dan sunnah Rasul SAW.

Manusia tinggal memilih yang mana beserta dengan segala konsekuensinya. Ada pilihan, tentu ada kuwajiban yang harus dijalankan, dan ada resiko-resikonya serta hadiah yang Allah sediakan.

Apakah kesejahteraan dan kebahagiaan manusia hanya diukur dari materi yang dimilikinya ? Menurut saya TIDAK ! Tergantung seberapa iman yang ada dalam dada setiap orang, bagaimana ia merasainya. Merasai kebahagiaan dan kesejahteraan, merasai nikmat dan karunia yang Allah limpahkan kepadanya.

Sekarang ini, problem terkini perorangan dan secara nasional adalah banyaknya hutang. Sehingga membuat seseorang pusing tujuh keliling memikirkan hutangnya. Hutang bisa membuat orang berbuat apa saja. Terutama korupsi. Korupsi uang, korupsi jabatan, korupsi waktu, dan berbagai macam korupsi. Orang melakukannya dengan dalih semata-mata untuk menutupi kebutuhan. Kebutuhan yang mana ? Kebutuhan-kebutuhan yang tak wajar, yang hanya untuk memuaskan nafsu keserakahannya.

Sering kita menjumpai, seseorang yang hidupnya sudah sangat mapan. Punya rumah yang cukup mentereng. Bahkan boleh dibilang mobilnya cukup mewah. Motornya berserakan. Suami isteri pegawai negeri. Anak sudah pada kuliah. 

Namun apa yang dialaminya ? Meskipun kondisinya seperti itu, suami isteri ini tak pernah ada tenangnya. Selalu gelisah. Wajahnya selalu murung, pandangannya kosong. Ternyata hutangnya menggunung. Tiap saat diburu oleh depkolektor ! Meskipun segala fasilitas hidup sudah dimilikinya, apakah kebahagiaan semacam ini yang kita inginkan ? Tidak bukan ?

Bagaimana pasalnya ? Jika ditelusur lebih jauh. Ternyata gaji suami isteri tak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kebutuhan hidup yang diciptakannya sendiri sesuai dengan ego atau keinginannya, bukan pemenuhan kebutuhan atas dasar yang benar-benar dibutuhkan.

Sehingga “Lebih besar pasak daripada tiang” alias selalu tekor antara penghasilan dan kebutuhan. Lalu jatuh kepada lubang hutang yang menganga dan akhirnya lebih parah lagi terperosok kepada JERATAN RENTENER ! Astaghfirullah kalau sudah seperti ini, hidup bagaikan di neraka barangkali !

Allah memberikan rejeki kepada manusia, sudah pasti tepat dan mencukupi, tidak ada tapi tapinya. Dan itu PASTI, karena Allah adalah KONSEPTOR AGUNG yang tak mungkin salah seincipun dengan setiap KehendakNya.

Rejeki yang Allah berikan, PASTI akan cukup, asal kita mau mencukupkannya.
Jika sampai rejeki kita tidak mencukupi, apalagi sampai terjerumus kepada jeratan rentener, itu pasti karena ada yang ERROR dalam hidup yang kita lakukan.

Jika kita diberikan rejeki oleh Allah, syukurilah. Jika kita sudah cukup memiliki barang “A” ya tak usah pengin memiliki barang “B” yang tak terjangkau, atau bahkan tak begitu dibutuhkan. Sehingga rejeki yang diberikan oleh Allah akan cukup untuk memenuhi kebutuhan kita.

Sering terjadi dikalangan ibu-ibu nih. Sikap konsumerismenya yang sering menjerumuskan kepada kesusahan sendiri menjadi banyak hutang ! Semestinya gaji yang diberikan oleh suami cukup, ini jadi tekor. Lha bagaimana gak mau tekor ? Sudah punya pakaian banyak, masih bagus-bagus, pengin beli yang modenya baru, dengan alasan agar tak ketinggalan dengan ibu-ibu yang lain. 

Lebih payah lagi belinya dengan cara kredit, yang sepintas angsurannya ringan, namun jika dihitung-hitung harganya jauh lebih mahal, bahkan bisa satu setengah kali lipatnya. Sehingga sebenarnya ini sangat memberatkan.

Pada saatnya mengambil barang sih senang, penuh semangat ! Namun sangat terasa pada saat mau mengangsur, apalagi jika penghasilannya hanyalah dari gaji suami, satu-satunya sumber penghasilan. Dan kredit yang diambilnya sudah terlalu banyak. Ya kometlah jadinya. Komet yang dibuat sendiri.

Bukan hanya baju-baju yang kita beli dengan kredit. Namun seisi rumah kita semuanya berisi barang-barang yang semuanya kredit. Dari mulai rumah, mobil, motor, perabotan rumah, baju, tas, sepatu. Sehingga pada waktu gajian puyeng sendiri dalam membaginya untuk bayar-bayar angsuran.

Kredit tidak menjadi masalah, asal untuk sesuatu yang memang darurat dibutuhkan, atau disesuaikan dengan kemampuan untuk mengangsurnya. Jangan sampai gaji habis untuk bayar angsuran, sehingga tak ada sisanya bahkan seringkali minus untuk bayar angsuran. Lalu apa yang untuk biaya hidup sebulan kedepan ? Inilah yang membuat kita sering pusing tujuh keliling. 

Jika kita hidup SEDERHANA, tak banyak keinginan, tak memanjakan nafsu, selalu mensyukuri apa yang ada, INSYA ALLAH hidup kita akan tenang, sejahtera, karena tak dipusingkan oleh hutang dan hutang sehingga mengurangi nikmatnya hidup dan nikmatnya iman.

Ada pengalaman hidup yang baru-baru saja saya alami he he, cukup membuat hati bisa tersenyum geli jika mengingatnya.

Saya terbiasa mempunyai barang-barang pribadi cukup satu. Misal tas, sandal atau sepatu. Kalau belum rusak tak pernah saya membeli yang baru.  Meskipun untuk membeli lebih, Allah memberi saya rejeki. Namun saya lebih mengutamakan untuk sedekah daripada membeli sesuatu berlebih.

Jadi sandal hanya satu, multi fungsi. Ya untuk ke warung, ya untuk takziah, ya untuk ke supermarket, ya untuk menghadiri undangan hajatan. Tak ada yang special untuk saya. 

Suatu hari ada tetangga yang isterinya sedang naik haji. Bapak ini datang ketempat saya, untuk meminta tolong suami saya mengundang bapak-bapak satu gang yang sekiranya berkenan untuk menjemput isterinya dari kepulangan haji.

Hari berikutnya, saya disamperin sahabat dengan mobilnya, mau silaturahmi kerumah saudaranya. Saya bingung mencari sandal saya satu-satunya, loh kok hanya yang sebelah kanan saja yang ada, sementara yang sebelah kirinya raib entah kemana.

Tapi disebelahnya ada sandal laki-laki yang tak dikenal, dan hanya sebelah kiri pula ! Saya berpikir, pasti ini ada tamu bapak-bapak, yang ketika pulang tak sadar salah satu sendalnya ketukar dengan sandal saya.

Walah, ya terpaksalah nenek-nenek pergi santai pake sepatu, gara-gara sendal satu-satunya raib sebelah. Inilah salah satu kesederhanaan hidup yang senantiasa saya lakukan. Walau suami tak bekerja, sehingga kami tak mempunyai penghasilan, kehidupan kami tetap tenang, karena kami selalu berusaha keras, untuk mencukupkan rejeki yang Allah berikan darimana saja, betapapun sedikitnya.

Bukan berarti saya tidak mempunyai hutang. Namun saya hanya berhutang untuk sesuatu yang benar-benar bersifat darurat, kebutuhan primer seperti biaya anak sekolah.

Jika kehidupan Kanjeng Nabi yang penuh dengan kesederhanaan kita teladani sepenuhnya, semaksimal kemampuan kita, insya Allah hidup kita akan penuh ketenangan, kebahagiaan dan kenikmatan hidup.

Jika bisanya hanya makan dengan sayur, ya saya tak akan membayangkan makan dengan telor. Karena apa akibatnya ? Makannya dengan sayur tak dinikmati, sehingga kurang syukur kita kepada Allah, dan telornya tak kepegang hanya dalam bayangan saja, ini yang membuat hidup kurang barokah.

Kita boleh menginginkan sesuatu, dan berikhtiyar untuk mendapatkannya, namun hasilnya kita serahkan saja secara full kepada keridhoan Allah belaka. Karena jika sudah berikhtiyar untuk memperoleh sesuatu namun akhirnya tak mendapatkannya kita kemudian kecewa. Kita menyalahi takdir ! Kita bertentangan dengan kehendak alam.

Allah berkehendak kita hanya makan dengan sayur, mungkin dengan kehendak agar jika kita diberiNya uang yang lain bisa untuk ongkos anak ke sekolah. Tapi jika uang itu untuk membeli telor, maka jadinya tak ada uang untuk anak ke sekolah. Anak akhirnya bisa berangkat ke sekolah terpaksa dengan berhutang kepada tetangga.

Ini soal yang sangat sepele bukan ? Jika kita terbiasa menuruti keinginan bukan kebutuhan. Tekor sedikit-sedikit, jika tak kita sadari akan menjadi bukit. Bukit kalau bukit sedekah itu subhanallah. Namun jika bukit hutang…astaghfirullah…akan membuat kita selalu gundah, gelisah, tak pernah tenang.

Yuk mulai dari sekarang kita mengubah pola konsumerisme dengan pola hidup sederhana. Mensyukuri apa yang ada dan mencukupkannya.

Kaya atau miskin itu soal takdir. Manusia Islam bukannya tidak boleh kaya, tapi asal pencapaiannya dengan jalan yang Allah Ridho, yang halal dan mulia, bukan yang menghalalkan segala cara sehingga membuat orang lain menderita, dan membuat tatanan semesta porak poranda.

Demikian dulu share saya untuk :”Bagaimana Agar Tidak Terjerumus Ke Dalam Hutang" Semoga bermanfaat.

Alhamdulillahirabbil’alamiin.

Salam Sejahtera,
Niniek SS

Sunday, 4 January 2015

Kisah Sepeda Bututku Dan Suamiku

Bismillahirrahmanirrahiim...

Suatu Hari….pada enam belas tahun yang lalu,

Suamiku, mas Toto punya sebuah sepeda ontel pinjaman dari adik bungsunya. Karena kami belum mampu membelinya. Alhamdulillah dengan sepeda ini mas Toto cukup terbantu kalau mau kemana-mana. Maksudnya nggowes yang tak jauh dari rumah untuk suatu keperluan.

Kami berdua ketika itu masih tinggal bersama ibuku. Bapak sudah wafat beberapa tahun sebelum kami menikah. Dan anak satu-satunya kami yang kebetulan perempuan waktu itu masih berusia 2 tahun.

Dengan sepeda ontel inilah mas Toto biasa kekota yang jaraknya hanya 1 kilometer dari tempat tinggal kami. Pusat kota kecamatan yang lumayan ramai. Daerah pertokoan pecinan yang sarat dengan jualan apa saja. Dari mulai peniti hingga elektronik yang lumayan mahal harganya bisa diperoleh dideretan pecinan ini.

Ibu suka minta tolong dibelikan obat ke Toko Obat yang ada di pecinan ini. Dan jika Ibu sudah minta tolong, dengan ikhlasnya mas Toto langsung menyambar sepedanya dan nggowes ( sepedaan ) ke pecinan untuk mencari obat yang dipesan Ibu.

Hanya dalam hitungan tak kurang dari setengah jam biasanya mas Toto sudah kembali. 

Suatu hari, tidak seperti biasanya, aku kok terlintas dalam pikiranku, betapa berjasanya sepeda kepunyaan adik ipar ini bagi kami sekeluarga termasuk bagi Ibu yang sering minta dibelikan sesuatu ke pecinan.

Bagaimana ya jika sepeda ini dicuri orang ? 

Wah tentu kami sangat kehilangan. Walau nilai sepeda kepunyaan adik ipar ini tak begitu mahal jika dijual, namun jika tidak ada tentu jadi repot kalau mau nggowes kemana-mana untuk mencari keperluan sehari-hari.

Seperti kompak rupanya antara aku dan suamiku. Malam itu juga entah ada bisikan apa dalam dirinya, kok tiba-tiba ingin meletakkan sepeda dengan posisi stang mengarah kepintu keluar dimana sepeda itu biasa diletakkan pada malam hari. Padahal setiap harinya jika meletakkan sepeda, selalu bagian belakang tempat untuk membonceng itulah yang berada mengarah kepintu.

Aku tak rasanan kepada mas Toto tentang lintasan pikiranku, bagaimana jika tiba-tiba saja sepeda itu dicuri orang. Dan ketika suamiku meletakkan sepeda itu dengan posisi yang tidak biasanya, akupun tidak menanyakannya. Kuanggap hal tersebut sesuatu yang tak penting untuk ditanyakan he he..Ya hanya terasa aneh saja melihat perubahan kebiasaan suami dalam meletakkan sepedanya.

Benar saja,

Ketika kami bangun dini hari hendak sholat malam, sepeda kami sudah tak ada ditempatnya. Ditanya pada semua penghuni rumah tak ada yang tahu, he he alias hilang tanpa jejak.

Kami benar-benar merasa kehilangan saat itu. Bukan sekedar menghayal. Walau hanya sebuah sepeda yang tak seberapa harganya, namun jadi benar-benar repot hari itu tak ada yang bisa untuk nggowes kemana-mana. Ya Allah.

Aku lalu berpikir untuk mencari gantinya, sembari mencari tahu kira-kira siapa yang tega mengambil harta satu-satunya yang ada pada kami, bahkan sepeda itu bukan milik kami. 

Kami berusaha ikhlas. 

Yang penting saat itu bagaimana kami segera bisa mendapatkan gantinya, agar tidak repot lagi kalau mau ke pecinan atau untuk mencari suatu keperluan.

Alhamdulillah, setelah tetangga tahu bahwa sepeda kami telah hilang dicuri orang, ada salah satu tetangga kami yang merelakan sepedanya untuk kami beli dengan harga yang miring.

Walhasil, hanya dalam satu hari kami kehilangan sepeda, alhamdulillah kami telah mempunyai gantinya bahkan sekarang menjadi sepeda milik kami sendiri.

Alhamdulillahnya, adik ipar juga tak mempersoalkan tentang sepedanya yang hilang dicuri orang. Sudah hilang ya sudah, mudah2an segera bisa punya sepeda lagi.

Dengan sepeda baru yang notabene bekas itulah mulai saat itu menggantikan sepeda yang hilang, jika nggowes kemana-mana. Bahkan akhirnya dengan sepeda itulah suamiku mengantar putriku sekolah dari mulai TK hingga SMP.

Subhanallah. Allah Hu Akbar....

Ketika putriku sekolah di TK dan SD, sekolahnya masih cukup dekat. Jarak dari rumah kontrakan kami hingga ke sekolahnya hanya sekitar 1 km. Jadi suamiku mengantarnya tak begitu lelah, demikian juga pantat putriku tak begitu pegal dalam goncengan karena jaraknya yang tak begitu jauh.

Hatiku sering miris jika mengenang perjuangan suamiku ketika tiap-tiap hari mengantar dan menjemput putriku ke sekolahnya. Mengapa ? Karena suamiku kedua matanya sudah minus 7 dan minus 10, dan keuangan kami tak mencukupi untuk membelikan kacamata minus yang cukup baik untuk beliau.

Sehingga dengan kaca mata yang terbeli oleh keuangan kami, saat itu jarak pandang yang bisa dijangkau oleh penglihatan suamiku hanya beberapa meter saja, katanya hanya sekitar 2 meteran. Pantas saja banyak tetangga yang pada awalnya menyangka bahwa suamiku adalah orang yang angkuh karena jarang menyapa orang, dan bahkan kalau disapa duluan sering terlambat menyapanya kembali. 

Astaghfirullahaladziim...jika tahu keadaan yang sebenarnya ? Karena pandangan mata sumiku hanyalah remang-remang dalam melihat sesuatu. Katanya, jika melihat orang, tak bisa melihat dengan jelas bagaimana mukanya, hanya bisa melihat bayangan bentuknya saja.

Bisa dibayangkan betapa bahayanya mengendarai sepeda ontel dijalan raya dengan jarak pandang penglihatan hanya beberapa meter tak lebih dari 2 meter. 

Suamiku hanya mengandalkan pada dzikirnya yang teramat kuat, agar kami sekeluarga selalu mendapatkan perlindungan Allah SWT. dimanapun kami berada dan kapanpun saja. Terutama ketika sedang mengantar dan menjemput putri kami dari sekolahnya.

Ketika masih sekolah di TK dan SD masih mending, karena jarak rumah kami ke sekolah putri kami hanya 1 km. Tidak demikian setelah putri kami bersekolah di SMP. Jaraknya lumayan jauh ada 7 km dengan tempat tinggal kami, rumah kakak ipar yang kami tempati hingga sekarang ini, sebab kami belum mempunyai rumah sendiri.

Padahal bukan sekedar mengantar dan menjemput sekali pp. Mengantar pada pagi harinya, 7km. Kemudian ditinggal pulang mengayuh 7 km lagi. Sudah 14 km. Siangnya jam 12.15 ketika sekolah sudah bubaran suami berangkat lagi kesekolah putri kami untuk menjemputnya, 7 km lagi berarti jumlah yang dijalani sudah 21 km. Nah pulang lagi, bertambah dengan 7 km lagi berarti jarak yang ditempuh oleh suami adalah 28 km.

Itu adalah jarak yang ditempuh suamiku mengayuh sepeda setiap hari selama 2 tahun. Karena pada tahun ketiga SMPnya putriku sudah berani naik angkot sendiri, juga karena malu sudah kelas 3 SMP kok ke sekolah masih diantar sama bapaknya.

Jika mengantar pagi-pagi mau ditunggui juga tidak mungkin karena terlalu banyak waktu yang terbuang untuk menunggu. Dari jam 06.45 hingga jam 12.15 berapa jam sajakah ?

28 km perjalanan itu adalah jarak yang ditempuh setiap harinya. Lha kalau hari Jumat, kan ada pelajaran ekstra kulikuler pramuka, sehingga sore hari jam setengah 3 harus berangkat lagi mengantar latihan. Praktis jarak tempuhnya menjadi 28 km ditambah 7 km lagi sehingga berjumlah 35 km. Jika ditambah dengan perjalanan ketika pulang dari latihan pramuka, maka setiap hari Jumat perjalanan nggowes yang ditempuhnya adalah total 42 km.

Apakah yang menjadi istimewa dari perjuangan ini teman ?

Suamiku menempuh perjalanan melewati jalan raya kelas 3 dimana lalu lalang motor dan mobil begitu banyaknya, baik yang searah maupun yang berlawanan arah, dengan mata minus 7 dan minus 10 tanpa kacamata yang cukup memadai untuk beliau !!!

Jika bukan karena kasih sayang dan perlindungan Allah SWT. kepada kami sekeluarga, sudah barang tentu setiap saat suamiku akan mengalami musibah kecelakaan berkali-kali mengingat jarak pandang hanya beberapa meter yang mampu dijangkau oleh matanya. Alias pandangannya selalu remang-remang setiap saatnya.

Subhanallah, Alhamdulillah Allah Hu Akbar…Maha Suci Allah dengan setiap perlindungan yang DikehendakiNya bagi tiap-tiap hambaNya. Belum lagi jika tiba musim hujan, dimana terkadang cuaca diliputi mendung gelap gulita, hujan deras campur petir, subhanallah. 

Hanya berbekal sepeda ontel butut, jas hujan dari plastik murahan yang kecantol sesuatu langsung robek, berjuang mengantar putri kami meraih cita-citanya.

Jika mengenang perjuangan beliau, suamiku, tak habis pikir. Bagaimana mungkin dengan sepeda reyot, dengan mata yang remang-remang, dengan ikhlasnya setiap hari mengantar dan menjemput putriku, menempuh jenjang pendidikannya,  agar kelak menjadi anak yang berguna bagi diri dan lingkungannya, mandiri dan bermanfaat bagi banyak orang.

Kini putriku sudah kuliah di Sebuah Perguruan Tinggi Negeri bergengsi di kota Yogyakarta, kota yang terkenal sebagai kota pelajar. Semoga Allah meRidhoinya menjadi anak yang sholehah, patuh dan taat kepada Tuhannya, berbakti kepada kami orang tuanya, dan mandiri masa depannya. Amiin Ya Rabbal Alamin.

Kini sepeda butut itu masih ada hingga sekarang ini. Anda bisa melihat foto yang terpampang pada halaman ini. Jika diparkir dimanapun tak kan ada yang mau mencurinya, karena tak mempunyai nilai jual saking bututnya, dan diseluruh kabupaten hanya satu-satunya yang mempunyai ciri khas seperti sepeda butut ini, yakni warna merah pada bodynya, dan slebornya sudah pada karatan, serta jok goncengannya sudah rodal radil sangat memelas.

Kami sangat menyayanginya meskipun tak mampu merawatnya. Sepeda inilah sebagai teman suka dan duka kami, dan jasanya sungguh tak terperi.

Alhamdulillahirrabbil’alamiin

Salam Penuh Kebahagiaan,
Niniek SS

Tuesday, 16 December 2014

Jangan Pernah Tinggalkan Allah Meski Sesaatpun

Sobat, ini adalah pengalaman saya sendiri bukan cerita orang atau katanya-katanya. Sebelumnya doa saya bagi Anda pembaca setia blog NiniekSS ini, semoga hari ini menjadi hari yang lebih baik bagi Anda. Hari pembaharuan hidup Anda. Hari kebangkitan Anda dari keterpurukan menjadi hari yang penuh dengan kebahagiaan dan kesejahteraan hidup, lahir maupun batin. Hari yang selalu penuh Rahmat, dan hari yang selalu penuh berkah dari Allah SWT Pencipta Alam Semesta Raya, Dan Pemelihara Seluruh Makhluk CiptaanNya.

Salam serta shalawat yang paling Agung semoga senantiasa tercurah atas Nabi Mulia Muhammad SAW, beserta para keluarganya, Sahabatnya serta orang-orang yang setia mengikuti jalannya hingga akhir jaman. Yang Syafaat Beliau Nabi Mulia SAW insya Allah kita harapkan akan senantiasa menyertai kita, baik sekarang ketika kita telah diakherat nanti.

Maksud hati menulis artikel yang special ini, adalah untuk berbagi pengalaman ruhani ini, yang barangkali saja insya Allah ada manfaatnya bagi kita sekalian. Amiin.

Sobat, kita ini sesosok makhluk yang diciptakan. Oleh Siapa ? Untuk apa, dan bagaimana sebaiknya kita kembali menuju kembali kepadaNya, sesuai dengan kehendakNya ?

Makhluk yang sebelum kita diciptakan oleh Allah SWT, semua kebutuhan kita telah dipersiapkan oleh Allah dengan sesempurna mungkin.Betapa besarnya kasih sayang Allah kepada kita manusia.

Boleh Anda ngeyel. Lah kan Nabi Adam dulu meskipun sudah ada bumi dengan segala isinya tidak diberi rumah, pakaian dan perlengkapan hidup oleh Allah, bagaimana ini ?

Jelas dong, akan tetapi Allah kan melengkapi manusia dengan otak, dengan akal yang dimaksudkan untuk berpikir bagaimana mengolah dunia ini menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupannya didunia ini dan bermanfaat pula bagi kehidupannya diakherat kelak.

Kehidupan abadi yang jauh lebih lama tak berbatas. Oleh karena itu, bagi orang yang mau berpikir. Rugi serugi-ruginyalah manusia, jika upaya dunianya hanya diperuntukkan untuk kepentingan dunianya saja bukan untuk kepentingan akheratnya, yang jauh lebih penting, karena bersifat abadi.

Hidup hanya diperintahkan untuk beribadah dan mengabdi kepadaNya ! Tentu saja sepenuh ketaatan dan ketaklidan ! Sesuai dengan petunjuk jalan yang telah Allah berikan kepada kita manusia yang mau berpikir, ialah Al Qur’anul Karim Yang Suci dan Sunnah Rasulullah SAW. Tak lebih.

Pemahaman tentang betapa pentingnya menempatkan ALLah ditempat yang sangat SPESIAL dalam relung sanubari kita, pemahaman bahwa sangat tak layak bagi kita untuk meninggalkan atau tidak mengingat Allah meski sesaatpun, bukannya saya peroleh dalam sehari dua hari, atau dengan cara yang mudah. Oh TIDAK !

Kehidupan saya, yang penuh keprihatinan dan kesengsaraan yang tak dapat ditolak dari mulai kanak-kanak hingga usia mendekati kepala 6 ini, menjadi tebusan yang luar biasa sangat berharga sebagai pembelajaran untuk mengenal Allah sesungguhnya.

Masa kanak-kanak yang bergelimang dengan kemiskinan. Dan herannya, alam sepertinya menggiring saya, diantara 10 putra putri orang tua saya yang hidup, untuk menjalani hidup yang paling sengsara, paling susah, tidak sebagaimana saudara-saudara yang lain ! 

Sejak usia kelas 5 SD hingga kelas 3 SMA sudah harus mencuci baju seluruh keluarga, sementara saudara-saudara yang lain tak pernah mengemban tugas ini. Menikah dengan pilihan orang tua, sementara 9 saudara yang lain tak ada satupun yang menikah dipilihkan jodohnya oleh orang tua.

Saat seharusnya kuliah, orang tua mengatakan agar saya lebih baik tidak usah kuliah, karena perempuan ini, lebih baik mengalah agar kakak dan adik yang laki-laki bisa kuliah. Sementara adik perempuan saya diberinya kesempatan untuk kuliah. Saya tidak cemburu pada keadaan ini, hanya penuh keheranan.

Jika ada pertanyaan yang menggayut di sanubari selalu saya kembalikan kepada Allah yang menciptakan diri manusia dengan segala kehendakNya. 

Saya yakin, jika sabar, tentu semuanya akan terjawab oleh waktu.

Saya terlunta-lunta mencari Allah, mencari jalan untuk menemukanNya. Dimanakah ?

Berbagai kepahitan hidup yang tak bisa diceritakan disini membungkus penuh kehidupan saya dari masa kanak-kanak hingga usia hampir kepala 6 ini.

Tak ada yang bisa ditangiskan dihadapan manusia, karena manusia itu sendiri tak sempurna dan penuh keterbatasan. Hanya Allahlah yang bisa menjawab persoalan hidup, dan menolong segala kesulitan kita pada saatnya dan tanpa perlu mengembalikan bukan ?

Secara kasat mata, saya berkeluarga, mempunyai suami yang sangat penyayang, meskipun hanya sesekali mencarikan uang selama hidup berumah tangga, mempunyai putri semata wayang yang insya Allah shalehah dan kini Alhamdulillah atas kasih sayang Allah telah kuliah Bahasa Inggris semester satu, di salah satu Universitas Negeri di Yogyakarta.

Namun secara ruhani, saya sungguh-sungguh kesepian, karena tak ada satupun manusia yang bisa menjadi tempat bersandar, bernaung, melindungi, dipercaya, menyayangi tanpa pamrih, tempat bertanya yang memuaskan jawab. Sekalipun itu orang tua, kakak, adik, suami, anak, tetangga dan handai taulan. Aneh kan?

Hanya dalam kesendirian bersama Allahlah saya menemukan segala-galanya yang saya butuhkan. Hanya kepada Allahlah saya percaya, hanya kepada Allahlah saya menggantungkan hidup mati saya, hanya bersama dengan namaNya sajalah saya merasakan ketenteraman tanpa adanya was-was dalam segala kondisi.

Oleh karena itu Allah Hu Akbar, kalau saya dalam masa sakit maag yang lebih dari 15 tahun lamanya, tanpa penghasilan sepeserpun, tetap bisa bertahan hidup sekeluarga, dengan kehidupan yang wajar-wajar saja dan tak pernah ada gejolak yang berarti selama ini. Semua hanya karena pertolongan Allah SWT.

Saatnya makan ya makan, saatnya harus bayar PAM dan Listrik ya bayar, saatnya ada tetangga punya hajat ya Alhamdulillah bisa silaturahmi mendatangi setelah sehat ini. Saatnya anak sekolah ya sekolah dengan transport yang terus naik.

Saat setiap ibu-ibu heboh dengan kenaikan harga-harga saya tak pernah pusing. Karena falsafah saya, rejeki itu sudah diatur sejak ruh kita ada di alam sebelum saat kelahiran kita, mengapa kita harus panik ?

Kuwajiban kita manusia hanyalah menyembah dan mengabdi kepada Yang Menciptakan kita dengan taat, sungguh-sungguh serta ikhlas menjalaninya.

Patuh dan taat menjalani perintahNya dan menjauhi laranganNya. Tentu sepenuh hati, jiwa dan raga kita, tanpa pake tapi-tapi. Hasil tak pernah saya pikirkan. Yang selalu saya perjuangkan adalah melakukan proses apapun dalam kehidupan ini dengan sebaik mungkin dan dengan semaksimal mungkin.

Saya tak pernah menyia-nyiakan waktu dalam hidup ini. Apa yang bisa dikerjakan sekarang dan hari ini, tak pernah menunda nanti atau esok hari, karena bergantinya sang waktu selalu hadir dengan segala takdirnya. 

Hidup seharusnya mengalir menurut irama nurani, bukan menurut kemauan otak atau pikiran. Karena pikiran terlalu banyak angan-angan yang sering menjerumuskan. Namun hati, apalagi hati yang senantiasa berdzikir mengingat Allah, senantiasa akan mengingatkan, jika diri ini akan bertindak yang tidak sesuai dengan sunnah kehidupan.

Semakin kita bertumpu hanya kepada Allah semakin semua akan dimudahkanNya olehNya. Namun semakin kita mengejar angan-angan kita maka akan semakin sulit cita-cita terkejar.

Para penderita sakit yang menghubungi saya via online selalu bertanya saya ini pendidikannya apa ? Kuliahnya dimana ? Ilmu kesehatannya belajar dimana ? Kok wawasannya tentang hidup dan kesehatan cukup meneduhkan jiwa orang ?

Saya tak pernah belajar secara khusus tentang kesehatan. Sekecil apapun yang saya butuhkan selalu saya tanyakan dulu kepada Allah dalam bentuk doa. 

Lalu tanpa menunggu waktu yang lama Allah selalu mendatangkan segala apa yang saya butuhkan melalu media apa saja.

Terkadang menemukan literatur, terkadang menemukan web yang didalamnya memuat artikel tentang informasi yang saya butuhkan, terkadang tiba-tiba ada tamu atau teman lama yang datang yang membawa info yang saya butuhkan.

Awal-awalnya saya merasakan hal ini sebagai suatu keajaiban, namun sekarang tidak lagi, karena saking seringnya Allah menjawab doa-doa saya meskipun sering bukan permintaan yang special namun justru permintaan yang sepele-sepele namun sulit mendapatkan jawabannya.

Seperti ini contohnya. Saya memang maniak dengan segala hal yang berkaitan dengan kesehatan. Baik kesehatan jasmani, ruhani maupun kesehatan jiwa atau akhlak.

Sehubungan dengan kesehatan jasmani, saya tu kepingin sekali merasakan kayak apa sih “AIR KANGEN”. Air yang konon sangat baik untuk kesehatan ? Mau beli ada diinternet, jauh di Jakarta, mungkin ongkirnya lebih mahal dari harga airnya. Keinginan yang menyeruak dalam dada itu saya pendam hingga beberapa waktu lamanya, tapi tidak atau belum saya bawa kedalam doa kepada Allah.

Hingga suatu hari keinginan saya itu kuat sekali dan tak bisa ditahan lagi, akhirnya saya berdoa kepada Allah :”Ya Allah, saya pengin sekali merasakan air kangen dan kepingin sekali tahu manfaatnya, Ya Allah berikanlah air kangen itu kepada hamba, dan berikanlah petunjuk dimanakah hamba bisa mendapatkannya. Soalnya Online ada, tapi jauh di Jakarta ya Allah, tentu ongkosnya akan mahal sekali. Tolong Ya Allah, dan Alhamdulillah pasti Engkau akan menolong hamba seperti selama ini. Amiin.” Sebelum berdoa biasanya saya membaca istighfar beberapa kali ganjil, juga shalawat Nabi beberapa kali ganjil.

Eh tanpa direncanakan dulu tiba-tiba ada sahabat online yang menanyakan soal madu. Dan tiba-tiba saja, saya teringat teman lama yang sudah belasan tahun tak pernah bertemu, dan keinginan saya kuat sekali untuk menemuinya.
Ya sudah saya turuti saja keinginan hati. Setelah shalat Dhuha lebih dahulu saya menuju kerumah teman tersebut, dalam hujan deras dan mendung gelap gulita.

Teman sampai heran-heran takjub melihat kedatangan saya kerumahnya. Ada apakah gerangan. Ajaib nian.

Walhasil ? Saya dapat madunya, dan ternyata teman ini punya AIR KANGEN !!! WOUUW..

Nah itulah Sobat, salah satu contohnya, betapa dalam keseharian hidup kita, dalam setiap langkah kita, sebaiknya kita selalu melibatkan bimbingan Allah.
Jangan pernah tinggalkan Allah meski sesaatpun.

Demikian share special saya pagi ini, insya Allah akan saya lanjutkan lain kali dengan berbagi kisah yang menarik. Segala kesedihan, kepahitan, sakit penyakit, musibah, jika kita jalani dengan ikhlas tentu akan menghadirkan rasa pasrah, bukan keluhan senantiasa, yang membabibuta yang akan menambah luka di hati kita.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua.

Salam Damai,
Niniek SS

Tuesday, 30 April 2013

Hakikat Hidup

Berbicara masalah hakekat hidup sebenarnya membutuhkan rincian yang sangat panjang dan terinci. Namun secara ringkas, hakikat hidup bisa terungkap dari pernyataan Ali bin Abi Thalib. Menurutnya, awal kehidupan adalah tangisan, pertengahannya adalah ujian dan ujungnya adalah kefanaan. Ketika anda lahir anda menangis, dan tangisan itu akan menjadi warna kehidupan. Saat anda sedih dan juga bahagia terkadang ditandai dengan tangisan.
Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (QS. 57:20)

Dalam perjalanan hidup ini tidak ada orang yang tidak mendapat ujian walaupun kadarnya berbeda-beda namun ujian itu pasti ada. Semua yang ada dalam genggaman kita pada dasarnya hanya asesoris dan hiasan termasuk gelar akademis, kekayaan, harta dan keduaniaan lainnya. Kalau sudah selesailah semua, giliran pintu kematian yang akan dirasakan seluruh umat manusia.

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami lah kamu dikembalikan. (QS.21:35)

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS. 28:77)

Ada sesuatu yang kita akam dimiliki secara abadi sampai di akherat. dan juga yang hanya didunai ini. Maka jadikan dunia ini sebagai sarana dan mencari bekal untuk masuk ke alam selanjutnya. Karena alam yang akan dilalui manusia hanyalah one way, satu tiket. Alias tidak bisa balik lagi. Waspadalah, berhati-hati, bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu dan beramal ketika didunia ini.

Wednesday, 24 February 2010

Berubah Menjadi Pribadi Yang Luar Biasa

Berubah…..! Saudara yang gemar atau pernah mengemari film kartun Ultraman pasti kenal dengan selogan tersebut. Yap…! Berubah merupakan suatu trasformasi dari sebuah kondisi menuju kondisi yang lainnya.

Seperhi halnya Ultraman yang berubah dari sosok manusia biasa menjadi ‘Super Hero’ yang luar biasa, hendaknya kita juga bisa berubah dari pribadi yang biasa menjadi pribadi yang luar biasa. Kemudian akan muncul pertanyaan, bagaimana sih agar kita bisa berubah menjadi luar biasa…? Sebelum kita membahas jawabannya, ada baiknya kalau kita tilik dulu sepenggal kisah kehidupan berikut.

Alkisah ada sebuah batu bata yang kini dia sudah sangat siap untuk ditata dan menjadi salah satu elemen pembentuk suatu bangunan. Sebelumnya, ternyata sungguh sangat berat fase yang harus dilalui. Dia diadopsi dari rahim ibunya, tanah liat berkualitas bagus melalui seleksi yang ketat dari sang pengrajin batu bata. Kemudian diproseslah dia, dengan proses yang mungkin sangat menyakitkan. Di diinjak-injak, dipukul-pukul, disiram air, dicukil batu krikil yang melekat juga kotoran-kotoran lainnya. Setelah itu, barulah dia bisa dicetak setelah sebelumnnya diuji kelayakannya untuk bisa dicetak. Penderitaan belum selesai, setelah dicetak, fase berikutnya telah menunggu yaitu dia harus dijemur, bergulat dengan panas matahari hingga kering. Tak hanya di situ rupanya fase yang harus dia tempuh, setelah kering kini dia harus dibakar..! Nah kini dia telah menjadi batu bata sejati yang siap bermanfaat untuk mahluk lain. Dia siap menjadi elemen pembentuk bangunan yang kokoh.

Saudara, dari cerita tadi kira-kira hikmah apa yang bisa kita mabil? Benar, dalam bermetamorfosa akan banyak sekali fase kehidupan yang kita lalui. Semua harus siap dengan segala kemungkinan terbuaruk dan menyakitkan dari fase-fase yang akan kita tempuh demi mencapai perubahan yang lebih baik.

Lalu bagaimana agar kita bisa melalui fase-fase tersebut dengan sukses dan mencapai hasil yang terbaik? Kuncinya adalah, kita harus tahu dan paham tentang ilmunya yang benar, lalu kita harus giat belajar dan berlatih dengan telaten, serta banyak-banyak memohon kepada-Nya.

Saudara, perubahan adalah siklus yang harus kita jalanai dalam hidup ini, satu hal yang harus kita catat dan jalanai bersama adalah kita harus menempuh siklus hidup ini demi menuju ke arah yang lebih baik agar kita termasuk orang-orang yang beruntung, seperti yang telah Rasulullah SAW sabdakan bahwa orang yang beruntung adalah orang yang hari ini lebih baik dari kemarin, terus kalau orang yang hari ini sama dengan hari kemarin dia dalah orang yang merugi, sedangkan hari ini lebih buruk dari hari kemarin maka dia dalah orang yang celaka.

Baca Juga artikel ini “METAMORFOSA “From Nothing, To Be Something”


Wednesday, 17 February 2010

METAMORFOSA “From Nothing, To Be Something”

Seekor  kupu-kupu cantik baru bisa terbang dengan cantik setelah melalui sebuah perjuangan yang cukup berat dan dilakukan dengan sungguh-sungguh dalam sebuah metamorfosis yang luar biasa. Bermula dari ulat, kepompong kemudian pelan-pelan ulat berusaha sekuat tenaga keluar dari lubang kecil. Melaluai lubang kecil, sayap kupu-kupu mulai terbang sempurna. Ia dapat terbang dan memperolah kebebasannya. Tanpa disadari, ulat telah menjadi kupu-kupu cantik sesuai warnanya.

Layaknya kupu-kupu, manusia tidak hanya sekedar mengikuti siklus kehidupan yang telah ada. Artinya, manusia harus dapat mengambil titik baik dalam sebuah kehidupan untuk berubah kearah yang lebih baik. Dalam metamorfosa, manusia diberi kebebasan oleh Tuhan untuk memilih. Apakah manusia akan memilih untuk menjadi fujur (pendosa) atau menjadi takwa. Tulan telah mendorong kepada manusia untuk membersihkan jiwanya agar mendapat keberuntungan di duina dan di akhirat. Dalam hidup ini banyak sekali pilihan, jika kita ingin memperoleh atau menjadi takwa, maka kita harus pintar-pintar memanfaatkan potensi yang diberikah Tuhan kepada kita.

Perjalanan hidup manusia dari masa pertengahan remaja sampai menginjak masa remaja akhir adalah gerbang menuju kedewasaan. Di masa ini manusia digembleng menjadi pribadi yang kuat dan tangguh, baik itu memalui pendidikan formal (SM-PT) ataupun memlaui pendidikan nonformal lainnya. Selain kegiatan akademik, kegiantan nonakademik lainnya juga membantu membentuk karakter yang matang, dewasa dan siap menghadapi tantangan hidup. Tidak hanya sekedar melakukan hura-hura menikmati masa muda. Remaja diharapkan bisa memanfaatkan masa mudanya dengan mengikuti kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Jadikan masa muda yang sedang dijalani bisa berarti bagi diri sendiri maupun orang lain, sehingga kita menjadi to be something. Kita harus menyadari banwa proses yang sedang kita jalanai merupakan proses metamorfosa. Kesabaran dan kehati-hatian sangat diperlukan pada proses ini.

Agar menjadi manusia seutuhnya (insanul kamil), kita harus mempersiapkan planning dalam hidup untuk menghadapi hari esok. Jika ada seorang remaja akhir yang masih ikut-ikutan (belum bisa menentukan sikap) menghadapi pergulatan dunia yang begitu bebas, saya katakan bahwa remaja tersebuat gagal memalui proses metamorfosa. Metamorfosa bukan sekedar kata, butuh tindakan dan motivasi kuat untuk melewatinya. Butuh tahapan-tahapan perjuangan yang berat sehingga ia memiliki kualitas memadai. Tuhan menjelaskan dalam Al-Qur’an bahwa manusia masih harus berjuang untuk menyempurnakan dirinya.

“Dan jiwa serta penyempurnaannya, maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu jalan kefasikan dan ketaqwaannya. Sesengguhnya beruntunglah orang yang mensucikannya."

(Q.S Asy-Syams: 7-10)

Dimasa remaja akhir, manusia bebas menentukan sikap, tetapi bukan berarti sebebas-bebasnya tanpa ada aturan. Di sana harus ada aturan yang harus dipenuhi. Ada beberapa hal yang perlu disadari oleh manusia yang sedang melakukan metamorfosa:

1. Menetapkan Tujuan Hidup
Sebagai maluk ciptaan Tuhan hendaknya kita menyadari tujuan hidup yang sedang dijalani. Mendapakan kebahagiaan dunia dan akhirat serta memperoleh ridho-Nya adalah dambaan setiap manusia. Kemana arah yang dituju harus jelas. Bisa kita analogikan bahwa jalan yang lurus adalah jalan yang terdekat untuk memperolah kebahagiaan dan penyempurnaan. Jadi jelas, bahwa Tuhan adalah tujuan akhir setiap manusia.

2. Temukan Jalannya
Untuk mencapai tujuan hidup yang dimaksud, kita harus mengetahuai memalui apa kita menjalaninnya. Hendaknya manusia menyiapkan alat untuk membantu kesuksesaan yang dinginkan. Lingkungan tidak memaksa kita harus seperti apa dan menjadi apa. Kita sendiri yang akan menentukan siapa diri kita. Selain teman yang bisa membantu menemukan jalan, secara pribadi, kita harus berusaha melalui tahapan metamorfosa secara mandiri dan disertai kehati-hatian, sehingga hasil yang diharapkan bisa optimal. Mulailah berazam mencoba merubah diri menjadi kupu-kupu yang cantik yang disenangi banyak orang, mencari jalan yang diridhoi-Nya dengan melaksanakan ajaran Al-Qur’an dan sunnah rasul-Nya.

3. Beramal

Melakukan amal dengan mengoptimalkan semua potensi yang dimiliki sebagai manusia ciptaan Tuhan, sehingga kita bisa menjadi
to be something yang diharapkan sejak awal. Amalan yang dilakukan tidak serta-merta menjadikan kita manusia yang hebat, ada tahapan-tahapan yang mesti dilalui. Selangkah demi selangkah menapaki jalan yang penuh liku. Dengan mengoptimalkan potensi yang ada, maka akan tercipta pribadi yang seutuhnya. Manusia tidak boleh membiarkan dirinya terjerumus kepada kenistaan, senantiasa ia membekali diri dengan supelmen ilahiyyah (ketuhanan) yang menyebabkan ia meraih hidup yang barokah. Dengan semboyan “Aku pikir, Aku rasa, maka Aku bisa”. Yakinlah, bahwa dirinya akan menjadi manusia utuh tanpa harus terombang-ambing oleh arus.

Menjadi aktivis akan membantu melatih kita untuk menghadapi kegagalan-kegagalan hidup, pengalaman demi pengalaman bisa didapatkan di dalamnya. Proses pendidikan baik forman maupun non formal sanggat membantu membentuk karakter. Siapapun yang sedang menjalanai proses metamorfosa dengan manjadi kaum pelajar hendaknnya memanfaatkan waktunya dengan optimmmal. Gunakan kesempatan study ini sekaligus aktif di organisasi. Karena aktif diorganisasi bisa melatih kita menjadi manusia dewasa. Pribadi dewasa yang berhasil memalui proses metamorfosa tentunya menyadari ada hikmah di balik sebauh proses, ia tidak menyesal telah melewati proses yang begitu rumit nan melelahkan. Akan tetapi sebaliknya, ia menjadi pribadi yang tidak mudah menyerah menghadapi cobaan serumit apapun.
Kupu-kupu yang cantik dan indah itu tentunya akan berusaha untuk menjadi to be something.



Anda boleh mempublikasikan kembali tulisan di atas pada website atau blog Anda tanpa dikenakan biaya alias GRATIS, selama:
Anda harus mencantumkan sumber artikel yaitu dari http://nadhirin.blogspot.com/
Anda harus memuat link aktif di website atau blog Anda menuju http://nadhirin.blogspot.com/
Terima kasih atas perhatian Anda.


Saturday, 29 August 2009

Islam Mengutuk Terorisme

LEDAKAN bom di Hotel JW Mariott dan Ritz Carlton beberapa waktu lalu meninggalkan trauma yang cukup dalam. peristiwa itu juga mengingatkan kita pada serangkian teror bom yang telah terjadi di masa lalu, baik di Bali atau di Jakarta sendiri. Dan satu hal yang tidak bisa kita hindari adalah adanya opini yang mengaitkan peristiwa tersebut dengan Islam dan aktifitasnya. Dari hasil penyelidikan dan pengembangan, ada sekelompok orang yang terorganisiasi melakukan pengeboman dengan label Islam. Namun hal tersebut tidak bisa digeneralisir atas dasar Islam dan oleh aktivis Islam, apalagi sampai muncul istilah Islam militan, Islam garis keras, Islam fundamentalis, atau bahkan yang lebih buruk "ISLAM AGAMA TERORIS".

Sebagai umat Islam, kami sangat mengutuk serangan teroris di Jakarta pada 17 Juli 2009 dan di tempat-tempat lainnya, yang menyebabkan kematian dan cedera dari bagi orang-orang tak bersalah, dan kami turut berduka kepada kepada para korban.

Dan yang tak kalah penting bagi kita sebagai orang-orang yang mencintai kedamaian adalah tugas untuk menerangkan kepada seluruh dunia bahwa Islam sangat dan sangat mengutuk tindak terorisme. Karena Islam adalah agama perdamaian dan toleransi yang memerintahkan individu kepada rasa kasih sayang dan keadilan. Agama memerintahkan kasih sayang, kemurahan hati dan kedamaian. Teror, di sisi lain, adalah berlawanan dari agama; kejam, tanpa belas kasihan dan menumpahkan darah dan penderitaan. Ini yang menjadi perkara, asal mula dari tindakan terorisme harus dicari dalam ketidakpercayaan bukannya di dalam Agama.

Dengan demikian kata "Islam" dan "teror" tidak dapat berdiri berdampingan dan bahwa tidak ada agama yang mengizinkan kekerasan. Bahwa tidak ada ruang bagi terorisme dalam Islam. Ini diebutkan jelas dalam Al Qur'an, sumber utama Islam, dan dalam praktek yang memerintahkan semua kaum muslimin kepada kebenaran, Nabi Muhammad SAW yang mengedepankan diantara mereka.

Berikutnya mari kita ungkapkan dengan terang ayat-ayat Al Qur'an dan dengan contoh-contoh dari sejarah, bahwa Islam melarang terorisme dan bertujuan untuk membawa perdamaian dan keamanan ke seluruh dunia.

Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. (QS. An Nahl : 90)

MORAL ISLAM : SUMBER KEDAMAIAN DAN KEAMANAN

Beberapa orang mengatakan bahwa sesuatu boleh dilakukan atas nama agama, kenyataanya, salahpaham bahwa agama dan buah hasilnya, prakteknya adalah salah. Oleh karena itu, ia akan menjadi salah dalam membentuk pemikiran agama dan orang-orang ini sebagai contoh. Cara yang terbaik dari pemahaman agama adalah kepada pembelajaran sumber ilahi.

Sumber ilahi Islam adalah Al Quran, yang didasarkan pada konsep-konsep moralitas, cinta, kasih sayang, kerendahan hati, berkorban, toleransi dan perdamaian. Seorang muslim hidup dari ajaran ini dalam arti akan lebih sopan, hati-hati, rendah hati, sederhana, adil, dapat dipercaya dan mudah untuk menerimanya. Dia akan menyebarkan cinta, hormat, keselarasan dan kegembiraan hidup di sekelilingnya.

Islam adalah Agama Damai

Teror, dalam arti luas, adalah kekerasan terhadap sasaran non-militer untuk tujuan politik. Untuk meletakkannya dengan cara lain, target dari teror adalah warganegara yang seluruhnya tidak bersalah kepada siapa yang hanya berbuat kriminal, dimata teroris, adalah untuk mewakili "sisi lain". Untuk alasan ini, teror berarti subjek orang tak bersalah kepada kekerasan, yang merupakan tindakan kehilangan pembenaran moral apapun. Ini, seperti dalam kasus pembunuhan yang dilakukan oleh Hitler atau Stalin, adalah kejahatan terhadap kemanusiaan.

Al Quran adalah Kitab yang diturunkan kepada orang-orang sebagai panduan ke jalan yang benar dan dalam kitab ini, Tuhan memerintahkan manusia untuk mengadopsi moral yang baik. Moralitas ini adalah berdasarkan konsep seperti cinta, rasa kasihan, toleransi dan kemurahan hati. Kata "Islam" berasal dari kata yang berarti "damai" dalam bahasa Arab. Islam adalah agama yang diturunkan kepada umat manusia dengan tujuan menghadirkan perdamaian melalui kehidupan yang tak terbatas rasa kasih dan rahmat nyata Allah di bumi. Allah memanggil ke semua moral orang Islam melalui rasa kasihan, rahmat, perdamaian dan toleransi yang dapat dialami seluruh dunia. Dalam Surat Al Baqarah, ayat 208, Allah berfirman berikut:

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (QS Al Baqarah : 208)

Ayat ini menjelaskan, keamanan hanya dapat dipastikan oleh "masuk ke dalam Islam", yaitu hidup dengan nilai-nilai Al Qur'an. Nilai-nilai dari Al Quran terus seorang Muslim bertanggung jawab untuk memperlakukan semua orang, nilai-nilai Al Quran menjaga seorang muslim yang bertanggung jawab untuk memperlakukan semua orang, baik muslim maupun non-muslim, baik hati dan adil, melindungi mereka yang memerlukan dan tak bersalah dan "mencegah penyebaran kerusakan". Kerusakan terdiri dari segala bentuk anarki dan teror yang menghapus keamanan, kenyamanan dan kedamaian. Allah berfirman dalam ayatnya : “……dan Allah tidak menyukai kebinasaan”. (QS. Al Baqarah : 205)

Membunuh orang tanpa alasan adalah salah satu contoh yang paling jelas dari kerusakan. Allah mengulangi perintah-Nya dalam Al Quran yang sebelumnya mengungkapkan ke orang-orang Yahudi dalam Perjanjian Lama :

Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itusungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi. (QS. Al Maa'idah : 32)

Ayat ini menerangkan, orang yang membunuh bahkan satu orang, "kecuali dalam balasan untuk orang lain atau menyebabkan kerusDalam kasus ini, jelas adalah dosa besar membunuh, pembunuhan secara besar-besaran dan penyerangan, diketahui dikenal sebagai "serangan buhuh diri", yang dilakukan oleh teroris.

Allah memberitahu kepada kita bagaimana muka terorisme kejam ini akan dihukum di akhirat pada ayat berikut:

Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih. (QS Asy Syuura:42)

Semua ini mengungkapkan bahwa tindakan organisasi teroris terhadap orang-orang tidak bersalah sepenuhnya bertentangan terhadap Islam dan in tidaklah mungkin bahwa setiap Muslim dapat pernah melakukan kejahatan seperti itu. Sebaliknya, umat Islam bertanggung jawab untuk menghentikan orang-orang ini, menghapus "kerusakan di bumi" dan membawa perdamaian dan keamanan untuk semua orang di seluruh dunia. Islam tidak dapat didamaikan dengan teror. Sebaliknya, ia harus menjadi solusi dan jalan untuk pencegahan teror.

ALLAH TELAH MENGUTUK KEJAHATAN

Allah telah memerintahkan orang-orang untuk menghindari melakukan kejahatan: penindasan, kekejaman, dan pembunuhan besar-besaran adalah sepenuhnya dilarang. Dia menjelaskan mereka yang tidak mentaati perintah-Nya sebagai "pengikut jejak Iblis" dan mengadopsi suatu sikap yang dinyatakan terbuka untuk berdosa dalam Alquran.

Beberapa dari sekian banyak ayat tentang hal ini dalam Al Qur'an :

.....Orang-orang yang merusak janji Allah setelah diikrarkan dengan teguh dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan mengadakan kerusakan di bumi, orang-orang itulah yang memperoleh kutukan dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk (Jahannam). (QS. Ar Ra'd : 25)

.....Makan dan minumlah rezki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan. (QS. Al Baqarah 60 )

Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS. Al A'raaf : 56)

Dengan demikian Islam sangat mencintai kedamaian dan sangat mengutuk tindak terorisme karena Isalam di turunkan ke bumi adalah untuk menjadi rahmat bagi seluruh semesta "Rahmatul lil 'alamin". :)